Flickr

  manusia, jiwa yang rapuh  Percayakah Anda bahwa setiap manusia yang lahir memiliki kecenderungan untuk beragama? Sama dengan para ahli t...

 manusia, jiwa yang rapuh

 Percayakah Anda bahwa setiap manusia yang lahir memiliki kecenderungan untuk beragama? Sama dengan para ahli teologi kenamaan dari Barat maupun Timur, Saya juga percaya dengan hal itu. He, he, he. Tapi tentu dengan sederet argumen dan penalaran yang kuat serta meyakinkan. Lalu apa yang terjadi dengan orang-orang atheis? Marilah sejenak kita berfokus pada titik awal sejarah agama Hmmm, kajian agama selalu menarik untuk diikuti. ;)
Manusia, Jiwa yang Rapuh
Sepertinya memang Tuhan sengaja menciptakan jiwa manusia dalam kondisi yang rapuh. Sehingga dengan demikian, manusia akan mencari-cari sesuatu yang kuat untuk berlindung dibaliknya. Sesuatu itu haruslah benar-benar adikuasa agar manusia dapat merasa aman dan tenteram dalam hidup ini. Di sinilah sejarah agama akan memulai ukiran dinamikanya.
Kerapuhan jiwa dan usaha mencari perlindungan tersebut akan lebih nampak pada masyarakat-masyarakat primitif (Masyarakat yang masih memiliki kebudayaan asli). Ribuan tahun sebelum Masehi, masyarakat dari Amerika Latin, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Lembah Sungai Nil, Lembah Sungai Eufrat dan Tigris sampai pada masyarakat di Yunani kuno pun telah memiliki tradisi keagamaan.
Seperti yang kita ketahui, notabenenya mereka adalah masyarakat yang belum tersentuh oleh agama, sehingga mereka mencari-cari dan menjadikan gejala-gejala alam sebagai sandaran mereka. Mulai dari pohon, matahari, bulan,gunung, api, batu, dan gejala alam lainnya.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya hubungan antara manusia dengan sesuatu yang dianggap supranatural atau adikodrati. Namun ingat, hubungan tersebut terbentuk secara naluriah dan seolah-olah sudah tersistem dalam jiwa manusia, alih-alih hubungan hasil rekayasa yang hanya bersifat artifisialis.
Agama Adalah Kebutuhan
Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap manusia selalu terdorong untuk memiliki rasa aman. Dorongan atau naluri ini sama halnya dengan dorongan untuk makan, minum, ingin tahu dan lain sebagainya.
Rasa aman yang dibutuhkan manusia dapat dipenuhi dengan sebuah kepercayaan pada dzat yang Maha Berkuasa. Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merasa dlindungi oleh Tuhannya dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Sementara orang-orang yang terlanjur kecewa pada Tuhan yang pernah mereka yakini, maka mereka akan mengingkari keberadaan Tuhan dan berpotensi untuk menjadi atheis.
Sebetulnya, kebutuhan untuk beragama bukan sekadar pemenuhan atas kebutuhan akan rasa aman. Lebih dari itu, kebutuhan beragama merupakan panggilan nurani manusia. Bahkan dalam kondisi tertentu, kebutuhan ini dapat melampaui kebutuhan dasar manusia yang lain termasuk kebutuhan akan rasa aman. Ambillah contoh bagaimana Sidharta Gautama meninggalkan segala kemewahan dan kemegahan istananya demi mendengar kegundahan hati nuraninya. Atau Muhammad ketika ia melepaskan seluruh harta dan daya upayanya untuk memberikan pencerahan pada budaya jahiliah yang telah mengakar kuat.
Sekilas Sejarah Agama-agama
  1. Budha

    Ketika berada di penghujung hidupnya, Sidharta Gautama yang dilahirkan pada 560 Sebelum Masehi di India Utara ini telah mengobarkan hampir seluruh India dengan pesan-pesan yang ia sampaikan, raja-raja dan para
    penguasa pun seolah telah tunduk dan patuh padanya. Suatu saat, orang-orang India mendatanginya dan terjadilah dialog di antara mereka lebih kurang sebagaimana berikut,

    Orang India: Apakah Anda? Apakah Anda seorang dewa?
    Sidharta: Tidak.
    Orang India: Seorang
    malaikat?
    Sidharta: Tidak.
    Orang India: Seorang santo?
    Sidharta: Tidak.
    orang India: Lantas, Apa sebenarnya Anda ini?
    Sidharta: Aku bangun.

    Kata bangun inilah yang seterusnya menjadi gelarnya. Dalam bahasa sansekerta, bangun adalah
    Budha. Jadi, Budha mempunyai arti “Ia yang bangun.”
  2. Hindu

    Agama Hindu dibawa oleh bangsa Aria ketika mereka bermigrasi ke India pada tahun 1500 Sebelum Masehi. Mereka turut pula membawa Weda atau “Buku Pengetahuan” yang berisi kumpulan syair dan nyanyian. Dari Weda inilah penganut agama Hindu mengambil berbagai pemikiran yang menjadi dasar-dasar agama.
    Hindu itu sendiri menjadi nama sebuah agama etika ia berada di India. Sementara itu, tidak diketahui sejarah berdirinya Hindu pada dangsa Aria itu sendiri.
  3. Islam

    Agama Islam dibawa oleh
    Nabi Muhammad yang lahir pada tahun 570 Masehi di Makkah, Arab Saudi. Melalui malaikat Jibril, Muhammad diberi tahu bahwa ia terpilih menjadi Rasul atau utusan Allah SWT. Salah satu ajaran yang Beliau sampaikan adalah kesamaan derajat dan keadilan bagi seluruh manusia yang pada waktu itu sangat bertolak belakang dengan budaya jahiliah di sekitarnya.
  4. Nasrani

    Agama Nasrani atau Kristen dibawa oleh Yesus yang tahun kelahirannya dijadikan sebagai awal pengkalenderan, yakni 1 Masehi. Sebagaimana Muhammad, Yesus juga seorang
    Rasul yang diturunkan oleh Allah. Namun ada pula yang mengatakan bahwa Yesus merupakan Anak Allah. Pernyataan terakhirlah yang lebih populer di umat nasrani Indonesia. Di akhir penyalibannya, Yesus meninggalkan dua belas murid yang selanjutnya menyebarkan ajarannya ke berbagai penjuru dunia.
·  Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju www.AnneAhira.com
·  Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju www.AnneAhira.com


miens.blogspot.com 24 Tips Menempuh Kehidupan 1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan....

miens.blogspot.com
24 Tips Menempuh Kehidupan
1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.
Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada
seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati
menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan
orang seperti itu.
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah
seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan
untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang
cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan
yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku
terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa
mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah
bercakap-cakap lama dengannya.
7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi
sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita
mendapatkannya.
8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat
mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula.
9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam
dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat
meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak
merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri
sendiri yang kita temukan di dalam dia.
11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya
berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum
bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang
dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan
seseorang.
14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang
mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya
orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
miens.blogspot.com
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya.
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti
bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus
melepaskannya.
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir
dengan tetesan air mata.
18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada
mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai
sekalipun pernah disakiti hatinya.
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi yang lebih
menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk
mengutarakan cintamu kepadanya.
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat
hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah
menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya
lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu!
Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika
tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang
yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk
mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum - jalanilah
hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu
menangis.
Sumber : Anonymous

                                                                                                                by: trigonoz